Tampilkan postingan dengan label thoughts. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label thoughts. Tampilkan semua postingan

tujuh fragmen imaji

saya merasa luar biasa melankolis akhir-akhir ini. Lucunya sedemikian melankolis sampai saya merasa hal ini tidak masuk akal. Saya mungkin pernah semelankolis ini, hanya saja tidak pernah sejelas ini dan tidak pernah seterbuka ini. Rasanya aneh ketika rasa macam ini bisa dibagi dengan orang lain, dan beberapa detik kemudian orang itu akan bergumam "saya juga begitu..."

pikiran bahwa pengalaman tidak pernah sama, dan tidak pernah dibagi rata secara utuh menguap seketika. saya tahu saya bisa membagi pengalaman ini dengan mereka yang tahu pasti bahwa mereka juga merasakan hal yang sama.
mengalami dan membagi sesuatu, membuat perubahan, lalu bergerak beriringan. Betapa sebuah fragmen yang sempat sulit ditemukan bisa ditemukan kembarannya. tidak dalam bentuk satu orang manusia. kali ini dalam bentuk tujuh manusia luar biasa. yang entah bagaimana caranya menyihir saya degan pola pikir dan tingkah mereka yang luar biasa ajaib.
seperti diikat, tidak bisa tidak bahwa kami akan terus menertawakan bahan yang sama, menangisi ratusan hal berbeda, dan tidak menutup kemungkinan untuk terus mendapatkan bahan tangis dan tawa yang baru.
tidak ada hal yang semburna buruk dan sempurna baik. apapun adanya itu, saya yakin harus seimbang. dan semua keseimbangan itu datang dari hati (ya saya serius, kedengaran klise, tapi coba pikirkan).
hati seseorang butuh kesetimbangan. butuh ratusan fragmen penyusun yang solid dan tidak boleh berlubang. ukuran hati seseorang tidak akan sempurna jika satu fragmen imajinya lepas, meliar, tidak ditemukan. begitu teorinya.
dari sinilah hadir semua wujud fragmen itu. dari sesuatu yang disebut hidup dan pengalaman. menghidupi pengalaman, mengalami hidup, seimbangkan. itu intinya.
kita harus bisa tertawa kemudian menangis. menangis kemudian tertawa. harus terbiasa dengan itu sebelum waktu belajar habis. karena toh tidak ada yang bertahan selamanya, kan?
dan kalaupun saya merasa sebagian dari fragmen imaji itu sudah ditemukan, kemudian harus terus ditahan untuk bisa bertahan, saya tidak keberatan untuk menahannya.

dan untuk 7 fragmen imaji yang baru ini, saya ucapkan terimakasih.
betapa berharganya memiliki kalian disini, sekarang.

tanyakan saja pada saya jika tidak paham dengan tulisan yang satu ini. agak rumit, karena semakin saya tahu artinya semakin saya rumit menggambarkannya.
manusia. katakanlah begitu :)

batas

"Saya selalu terkagum pada kamu dan semua kebebasan yang kamu peluk. Sesuatu yang tidak pernah saya punya. menurut saya... itu aneh. Dan kamu mungkin mengira kesetiaan saya ada garis-garis imajiner yang dibentang untuk saya ini aneh. semua aturan yang disebut batas. sesuatu yang disebut portal yang selalu menahan saya.

Apa itu bebas? apa itu batas? dua fragmen dunia yang dibentang begitu jelas, dengan satu garis pemisah yang ditarik samar-samar. kita dibesarkan dalam dua kutub dunia yang berbeda. sangat berbeda. saya tidak kenal apa yang kamu kenal, dan rasanya kamu hanya kenal apa yan saya kenal ini secara tipis.

kita tidak pernah bisa paham satu sama lain di antara perbedaan yang entah bagaimana caranya bisa menjadi serusuh ini. memang selalu ada yang salah dari sesuatu yang baik. terlalu baik. selalu ada yang salah dan saya belajar untuk menerima itu. apa boleh buat?

saya hanya bisa mengagumi kamu tanpa perlu bicara. tanpa kita bicara, saya harap kamu tahu.

seperti dalam mata terpejam kita bisa tahu ada cahaya yang menyusup di antara celah kelopak mata yang mengaku.

bisakah kamu paham?"

perlu diketahui (?)

katanya saya galau. padahal tidak.

betapa rumit pemikiran seseorang yang senang menangkap sesuatu hanya dari permukaan.
tidak bisakah disederhanakan?
jika ini sederhana... namanya bukan hidup.
hidup itu rumit... dan itu apa adanya.
bohong kalau manusia bisa memahami hidup...
tidak ada yang bisa paham hidup. seperti tidak ada yang bisa paham seutuhnya isi hati dan pikiran seseorang.

hidup itu soal pemikiran. pemikiran yang datang secara acak
membuat manusia terhenti sejenak, dan tertegun
berpikir. diam. belajar untuk bertahan hidup dengan berpikir.
hidup berisi pemikiran, yang apa adanya, oleh manusia
itulah kenapa hidup ini rumit
itulah kenapa... saya ini rumit
kenapa saya tidak boleh ditebak hanya dengan sekali percobaan.

saya tidak melarang, hanya saja
coba paham bahwa yang ada di dalam sini jauh lebih rumit dari yang terlihat di luar.
apa ada yang bisa menebak berapa banyak ikan hidup di dalam air yang datar itu?

katakanlah... ini hanya sesuatu yang perlu diketahui.

kenapa?

saya rasa saya tahu terlalu banyak

atau justru terlalu sedikit?

ya katakanlah saja jika saya semengganggu itu.
saya akan mundur. secepatnya.

saya butuh seseorang yang jujur. bukan seseorang yang senang menyembunyikan, atau bersembunyi dibalik sesuatu.

jujur, hanya kamu yang bisa membuat saya percaya. nyaman. tenang.

bahkan ketika saya menemukan seseorang yang hampir sempurna, saya merasa hampir kehilangan semuanya.

ya memang ada bayaran untuk semuanya.
dan saya harus membayar sebanyak ini.
sebanyak perubahan yang saya sadari terjadi
pada manusia yang sangat membenci perubahan
seperti saya.

saya sangat benci perubahan
dan saya berubah
karena kamu
see? betapa berat bayaran yang harus ditanggung
saya harus mengubah dasar dari semua prinsip saya
yang kini tidak lagi seprinsipal itu.

dan kamu sekarang berubah. entah karena apa
kamu... jauh. sangat jauh.
kenapa?

will things ever be the same after this?
well, you give me the answer.

setidaknya... untuk meminta

oh, jadi ini rasanya...

rasanya tidak memiliki siapapun untuk bicara, untuk menangis, untuk pura-pura bahagia karena dia bahagia, pura-pura kuat ketika dia lemah, untuk teman berpikir, untuk berkata
"saya lelah"
"saya bosan"
"saya bingung"
"galau gue..."
"gue stress..."
ketika tidak ada satu pihakpun yang bisa disalahkan, saya hanya bisa menyalahkan diri sendiri, kenapa saya tidak bisa membuat ego saya berlari lebih cepat daripada waktu, daripada angin yang menggelitik sunyi, daripada surga yang berhenti bersuara, daripada pertanyaan yang bergulir tanpa terjawab,
dari pada kehendak orang lain yang lebih rakus.
tahu diri
tahu waktu
tahu keadaan
katanya begitu...

dan ini yang terjadi pada saya karena tahu diri, waktu, keadaan...
menyerah, kalah, diam
tidak tahu harus berbuat apa
kalah tanpa egoisme, kalah demi orang lain
kalah, selamanya kalah.

dan saya terpendam sunyi dalam tembok dingin berwarna merah jambu, merengek sedih dalam keputusasaan... kenapa saya tidak bisa berbuat demikian?
memiliki wajah untuk melawan dan kehendak untuk bertindak
setidaknya... untuk meminta.

Resurrection

resurrection in resurrect

restore (a dead person) to life


(restoring people's life? oh, could we?)

mencari batas air hujan.

kadang menjadi ragu-ragu hanya membawa kita ke batas nisbi antara awan dan langit. Dimana hujan turun, dimana letak kita berdiri, dimana hujan akan berhenti. di antara semuanya, membeku oleh mantra yang membuat kita tidak berani berlari dalam hujan, tapi tidak juga rela menghela napas di bawah matahari.

ini yang disebut pengecut.

dan jujur saja,
saya seorang pengecut.
anda?

Diberdayakan oleh Blogger.

Search This Blog

press PLAY!

other posts...

want to know something?

Foto Saya
Bernadetha Amanda
I know English, a little French, and I do speak Ngoko and a few Krama (Javanese language has three kinds of hierarchical language, they're two of them) at home, well, mostly. I'm a big fan of Javanese literature, traditional art, music, theatrical performances, and books but I got this lack of time and chance to do all that stuff... yeah THROW A CONFETTI. (and yeah, feel free to drop some comments... BISOUS :*)
Lihat profil lengkapku

now, count!

free hit counter

followers

Pages