Tampilkan postingan dengan label light bulb. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label light bulb. Tampilkan semua postingan

move on

time flies.

lots of things happened, I mean... literary LOTS of things.
lots of decisions are sitting there, waiting to be done, and as much as that I started to think and think and cried out, asking myself can I even handle this?
this is stupid. I know, I thought maybe this is the right way to go. but in some case I don't feel like I'm facing the right path right now.

this is confusing.
it used to be so right, suddenly it goes wrong
oh right. just in time.

there's a big hole in my chest and I just can't get it covered.
facing this pain I feel... empty. hollow.
and it is indefinite.

this is nuts. I know.
but seriously, time flies, and it can't be reversed.
so tell me the right time to move on
is it the time? this is it?

Ini saya

jujur, saya tidak paham harus berbuat apa.

rasanya perih. sakit. ngilu.

intinya, saya bukan perempuan manja yang tidak bisa berbuat apa-apa sendiri.
saya perempuan
mandiri
ini saya
saya adalah saya.

kalau kamu tidak bisa bersama saya karena itu, terserah.
saya adalah saya
jangan pernah berharap saya berubah.
saya adalah saya. titik.

bagi saya menjadi manja itu menyebalkan,
berarti dia yang kamu mau itu menyebalkan.
ya silakan dipikir sendiri.

kapan kita belajar?

jadi intinya

tigabelas bisa menjadi satu, tinggal dikurangi duabelas
sepuluh bisa saja menjadi dua, dikurangi delapan
atau semuanya bisa jadi satu.
seperti misalnya
tiga belas adalah satu
dan sepuluh adalah satu
satu adalah tigabelas
satu adalah sepuluh
bukankah begitu mestinya?

tapi yang lebih sering didengar adalah...
tiga belas menjadi satu, bukan sebaliknya.
ini namanya egois
ketika hanya satu kepala yang diperhitungkan
satu mulut yang didengar
dan manusia lain hanya sebagai pelengkap penderita,
jika ternyata satu pendapat itu gagal ketika dilaksanakan.
dan selalu akan ada pihak yang disalahkan, biasanya pihak yang tadinya menolak
yang akhirnya akan dijadikan kambing hitam, kenapa rencana ini bisa gagal?

padahal gagal bukan karena keinginannya, tapi karena memang keadaan tidak semestinya begitu, karena sebenarnya kegagalan muncul sejak awal, sejak satu kepala memaksakan segalanya. memaksakan kehendaknya.
dan yang lain menyerah.
tanpa pembelaan.

ini sudah terjadi berkali-kali,
tapi kenapa tidak pernah ada yang mau belajar mendengarkan?
dan ingin didengarkan?
kapan kita belajar?
bahwa egoisme selalu menjadi alasan semua kegagalan kita selama ini?
lingkaran setan, kan?
saya sudah pernah bicara ini sebelumnya,
tapi seperti biasa,
tidak ada yang mau belajar mendengarkan.

saya tidak menyalahkan siapapun, kok.
saya hanya bertanya, kapan (kamu, kalian, kita) mau belajar?
hari ini?
besok?
toh kemarin sudah lewat...
dan kemarin itu adalah tiga tahun terakhir.
lama, ya?
sadari betapa lamanya kita semua belajar, dan tidak menghasilkan apapun.


galau persepsi (?)

melihat orang lain galau itu lucu. apa lagi teman sendiri.

bukannya bermaksud jelek atau gimana, tapi rasanya geli waktu lihat sebenarnya saya juga pernah ada pada posisi itu.

sebenarnya galau itu bukan cuma karena masalah cinta-cintaan klise (walaupun galau rasanya nggak klimaks kalo nggak ngebahas soal ini. sialnya gitu.)
tau teman sendiri galau-galau karena setelah sekian lama stagnan pada satu titik, akhirnya sekarang dia bisa move on karena ada seseorang yang dengan sesuatu yang simple bisa mengubah persepsinya sendiri... selamat, turut senang (:
lucu rasanya... sumpah.
saya juga pernah begitu... hanya karena satu kali jabat tangan. simpel ya? sinting juga. kok bisa saya suka mati-matian sama orang hanya karena genggaman tangannya itu hangat? hanya karena itu. sumpah.
padahal saya ini bukan tipikal orang yang sering tergila-gila (ya mungkin sekali-sekali... tapi nggak sering dan nggak gampang juga, sekalinya iya, pasti rasanya bertahan lama)

poinnya, galau itu menyenangkan kalau datang pada timing dan momen yang pas.
(nggak pas ujian, atau pagi-pagi di depan kapel, jam setengah tujuh pagi di dalam kamar mandi sekolah -kalo tiba-tiba kedengeran ada yang nangis, satu deret toilet kabur semua-, setengah dua belas siang setelah pulang sekolah. semua timing ini salah... sama sekali salah)

jangan pernah merasa bersalah karena galau. jangan pernah merasa tolol atau idiot hanya karena galau di pagi hari. semua orang punya waktu galaunya masing-masing.
tergantung manusianya sanggup menahan untuk tidak menunjukkan sejengkal perasaanpun atau rela membuka semua apa adanya.

intinya manusia galau itu benar
tidak ada yang salah soal galau-ing (mau pagi siang sore malem subuh sepanjang hari pun gapapa)
itu hanya ungkapan perasaan, kok. tinggal persepsi manusia yang berbeda-beda.

see, semua itu selalu masalah persepsi.
kalau ada yang bilang masalahnya itu ada pada perbedaan,
iya, betul
ada pada perbedaan,
ya, perbedaan persepsi.
dan menurut persepsi saya, galau itu lucu dan menyenangkan.
menurut anda?
pathetic? ya terserah... kan persepsi anda.
jangan dipaksakan ah, ndak baik, itu kata bapak saya.

BISOUS.

pathetic, hypocrite, sorry.

sorry, I'm not so bold. I just can't face you. coward, eh? I know. I just can't see you right now. I'm so...so...so sorry. for heaven sake, I'm sorry.


sometimes you have to be a little honest to stay alive. or to keep your friend around.
but sometimes It'll drive them away. well, you'll see.
it's all about action
and reaction
basic stuff, eh?

you'll do the action
and they'll give you the reaction, with some certain reason
lets see, would it hurt you that much?
like the one I had few minutes ago.

pathetic.
hypocrite.
yeah. big deal, eh?
everything that includes friends, trouble, fear, action, reaction, feelings, instinct, problems, uncertainty, and all the things you had in mind that made you feel so damn unstable are pathetic
and hypocrite.
in the same way.

even tears does make you feel pathetic
and sometimes hypocrite.
well, you say.

labil, lalu?

ingin sesegera mungkin berhenti mendengarkan retorika yang tanpa akhir itu.

tapi entah dari mana harus memulainya.
saya tidak pandai membuat penolakan.

manusia tidak selamanya stabil. dan kadang manusia hanya ingin bicara untuk menunjukkan kondisinya yang tidak stabil. karena justru pada saat-saat itu manusia memiliki lebih banyak luapan emosi untuk dikeluarkan. jangan minta mereka menyimpannya sendiri, hanya akan membuat ledakan yang tidak diinginkan suatu hari nanti.
dan manusia tidak selamanya mengeluarkan kata-kata serius dalam tulisan atau ucapannya. mereka mungkin butuh bicara dan mengungkapkan semuanya lewat aksara bahkan ketika ekspresi wajah dan pembicaraan biasa tidak mampu merangkum semuanya. maklumi itu. jangan menjatuhkan orang lain hanya karena mereka lebih sering menunjukkan sisi labil lebih sering dari sisi stabilnya. jangan bertingkah seolah mengenal mereka dan memberi cap labil pada mereka, seolah mereka yang menuduh tidak pernah begitu, hanya karena tidak ada manusia lain yang tahu bahwa mereka sesungguhnya jauh lebih instabil.

saya kasihan dengan mereka yang diperlakukan seperti itu. karena menurut saya labil atau tidaknya seseorang bukan masalah. itu hak. tinggal mereka mau menunjukkannya atau lebih senang menyembunyikannya rapat-rapat di dalam kamar dan menangis semalaman karena merasa menangis dalam diam sudah lebih dari menenangkan.

jadi tolong, mereka bukan kaum inferior atau superior. tidak ada pembelaan lebih, hanya saja tolong belajar menghargai. kalian dihargai karena stabil, kenapa tidak menghargai mereka yang tidak?
:) :) :)
bisous.

kemungkinan

oke. mari bicara kemungkinan.


semua kemungkinan itu ada, tergantung besar dan kecilnya.
sayangnya hampir semua orang percaya kalau kemungkinan yang kecil itu sudah pasti tidak mungkin. untuk saya tidak. saya pernah sekali waktu pesimis, dengan kemungkinan yang amat sangat kecil. tapi pada saat itu juga saya sadar, bahwa dalam celah sekecil lubang jarum itu pula seekor gajah bisa lewat. dari kemungkinan yang teramat kecil itu bisa muncul kemungkinan lain yang lebih besar.

sesuatu dengan kemungkinan kecil tidak selalu berakhir gagal. dan ketika akhirnya bukan gagal, dunia terasa berputar 180 derajat, dan kita sedang berada di puncak wheel of fortune. kita merasa beruntung karena kemungkinan kecilpun sedang berpihak pada kita.
sebenarnya bukan masalah keberuntungan. masalah usaha, dan daya. seberapa besar daya yang dikorbankan untuk memperbesar kemungkinan itu. semakin besar daya yang keluar, semakin besar kemungkinan yang ada, ya logikanya begitu.

tapi ada lagi yang lebih hebat dari sekadar daya. namanya sugesti. sugesti bisa mempengaruhi orang lain, bahkan mereka yang berpengaruh sekalipun. sugesti yang hebat bisa memperbesar kemungkinan, percaya atau tidak. memang tidak berefek langsung. tapi sugesti mampu membuat orang lain punya pertimbangan baru ketika mereka mulai berpikir. dan ketika momen berpikir itu terjadi... pikiran mereka berubah... hampir pasti berubah. karena pada teorinya, seseorang yang dapat disisipi sugesti pasti sedang memiliki celah kosong yang tidak berfungsi di dalam otaknya, dan di tempat itulah sugesti diberi tempat. dan melalui celah itu kemungkinan bisa tercipta.

saya tidak sedang membual. tidak sedang sok tahu. saya alami sendiri, dan sejak itus aya sadar, ketika saya bilang tidak mungkin, yang sebenarnya tidak mungkin adalah ketidakmungkinan.
seperti ungkapan yang berkata: jika kamu berkata Tuhan itu tidak ada, maka kamu sendiri mengakui bahwa dia ada. karena dengan kamu bicara soal Dia berarti kamu tahu keberadaannya, kamu paham bahwa ia ada, hanya kamu yang berusaha menolak keberadaan itu.
begitu juga dengan kemungkinan. probabilitas. dan posibilitas. semuanya ada, tergantung besar kecilnya.

intinya, tidak ada yang tidak mungkin. semuanya mungkin, hanya saja seberapa besar kemungkinan itu, dan berapa besar daya serta sugesti kita untuk membuatnya jadi mungkin?

semuanya itu mungkin. tidak ada yang tidak mungkin.
ya beginilah jadinya ketika perasaan digunakan untuk berpikir soal logika dan logika dipakai untuk merasakan perasaan.
kadang manusia memang harus bermain di antara batas logika, perasaan, dan rasa untuk mulai berpikir dan menemukan jawaban. hanya dengan logika manusia akan menjadi dingin, tapi dengan perasaan saja manusia akan menjadi terlalu melankolis. dan dengan rasa manusia akan menjadi terlampau prediktif.

silakan disimpulkan sendiri.

kutipan buku harian

ini tulisan Bapak saya selama di Akademi. akhirnya saya sadar, kecintaan saya pada dunia literatur, dan menulis ini datang dari mana...


"Saya tahu punggung saya banyak berlelehan darah, tapi saya memperhatikan pisau-pisau yang menghujam dari depan hanyalah pisau yang lapuh dari para pengecut yang iri dan dengki.

Frustasi bukannya hal yang berarti bagi reformasi, karena frustasi adalah kabut bagu kesadaran, kesabaran, dan keberanian. frustasi akan menjadi khayalan yang tanpa mampu melaksanakan kata-kata

Saya tahu siapa diri saya ini setuntas-tuntasnya... apa yang bisa saya kembangkan akan saya kembangkan, namun... ada yang tidak mungkin dan tidak perlu diusahakan. karena selama kita mampu memahami dan mengerti batas-batas kita, maka inilah yang disebut perkembangan"

Dengan esensi bahasa tahun 80-an, dan tulisan mulus yang ternyata jauh lebih bagus dari tulisan saya, Bapak membuat saya terenyak beberapa menit dan tidak menyingkiran buku harian biru itu.
dan saya semakin terenyak ketika tahu, buku bacaan Bapak saya bukan hanya buku tentang Boeing 737 atau Cassa. judulnya Wisanggeni. entah karya siapa. yang pasti buku berbobot. literatur yang tidak akan dibaca oleh orang-orang yang tidak tertarik pada buku berbahasa berat dan bermakna sedikit implisit.
saya ahrus sering-sering mengorek kardus buku bapak saya. siapa tahu ada harta karun lain disana.
buku harian ibu saya mungkin? siapa tahu saja saya menemukan dari mana datangnya kegilaan saya pada dapur yang kesannya membosankan ini?

7 hari Sabtu untuk Jakarta

Jadi ini pertanyaannya...

kenapa setiap hujan Jakarta macet?
bukan kenapa setiap macet, Jakarta hujan?
prediktif?

tapi kemarin tidak. di hari Sabtu pagi, hujan merata dan cukup deras dari Jakarta Timur hingga pusat. cukup deras untuk menahan saya selama lima belas menit lebih di perjalanan menuju sekolah. jika dijumlahkan, butuh empat puluh lima menit untuk sampai.
tapi justru saya sampai lima menit lebih awal dari biasanya. hebat, ya?
apa karena efek hari Sabtu? sehingga semua manusia Jakarta enggan keluar rumah dan menyimpan mobilnya rapat-rapat di dalam garasi? baiklah kalau begitu...
boleh saya beri saran?
saran saya...
sering-seringlah menyimpan mobil di garasi...
supaya Jakarta dapat memiliki Sabtu setiap hari.
seperti kemarin (:
bagaimana kalau 7 hari Sabtu dalam seminggu?
terimakasih

a journal

puas bermain-main di Jogja dan Solo liburan ini. menjelajah sejak subuh hingga nyaris tengah malam. entah apa yang meracuni Bapak dan Ibu saya sampai mau mengiyakan kesintingan anaknya ini.


sudah sejak enam belas tahun terakhir, saya tidak pernah liburan ke kota lain selain Jogja, Solo, dan sekali saja ke Bali. waktu diputuskan kali ini akan ke Jogja dan Solo lagi, saya nyaris menghela nafas ratusan kali, kenapa harus dua kota itu lagi? dan yang paling saya takuti adalah, sudah hampir suatu kepastian bahwa nanti, bahkan hingga hari terakhir sekalipun, akan kami habiskan dengan mendekam di rumah eyang, menikmati panas, dingin, hujan, angin, debu, makan, minum... semuanya dari dalam rumah (bahkan kalau beli makanan dari luar pun, akan dimakan di rumah juga... ini yang membuat saya paling anti makan makanan take away)
sebelum keterusan, saya membuat perjanjian terlebih dulu dengan Bapak dan ibu saya, tidak tertulis memang, tapi menuntut dipenuhi, tetap saja, saya tidak main-main kali ini. intinya saya ikut ke Jogja dan Solo kalau diizinkan keliling kota, bahkan sampai malam sekalipun, tidak boleh ada penolakan, kecuali sudah ada rencana tertentu yang tidak bisa diganggu gugat seperti pertemuan sakral keluarga satu trah misalnya, ya katakanlah begitu.
dan perjjanjian disetujui... jadilah kami kami berkeliling kota hingga nyaris tengah malam.

akan saya awali dengan JOGJA ISTIMEWA (:

semalam, itulah drama egoisme. bukan elegi

tidakkah kamu ingin waktu itu kembali?
lebih dari sekadar debu dalam iluminasi cahaya.
karena mungkin memang sebenarnya kamu ini lebih
hanya saja aku belum yakin
akankah makna lebih buatmu sama dengan lebih buatku?
aku sadar, sulit untuk mencapai kesepahaman soal ini.
mungkin mestinya aku menyerah saja.
mungkin buatmu akan jadi lebih mutlak.
kamu menang, aku kalah.
dalam drama egoisme satu babak yang belum kita temukan jalan keluarnya.

sudahkah kamu membuka mata?

we're so busy making plans... and we're so into it.

(email saya dibalas!!)

sekarang saya harus benar-benar mencari dan membeli CD nya.
harus
dan Nina bersedia bertanggung jawab karena sudah meracuni saya dengan lagu-lagunya Frau, sampai saya jatuh cinta pada Melbi.
(jadi intinya dia mau menemani saya mencari CD nya, belakangan saya juga baru tahu kalau dia juga tergila-gila dengan Melancholic Bitch dengan awal yang sama: jatuh cinta pada Frau, kemudian Ugoran Prasad dan Melancholic Bitch :D, jadi saya tidak sendirian)

"siapa yag duluan ke Bandung, dia duluan yang ke Omuniuun dan nyari CD nya, tapi kalo nggak ke Bandung juga, yaa terpaksa keliling Jakarta"
itu bunyi perjanjiannya... setidaknya saya punya teman sependeritaan, kan? namanya Bernadine Estherline... sama-sama gila, dan sama-sama mau susah. hahaha
akhirnya ada makhluk yang bisa dimanfaatkan
(hehe maaf nin, nggak maksud... piss... gue chill aja ini...)

AYO KE BANDUNG! (atau mungkin keliling Jakarta... ya no probs lah)
and... we're so into the plan

and my ipod brought me to.....

aaaah finally... I found my way back to this lovely blog :)
actually, I have nothing to write, I'm completely in the mood of writing but don't know exactly what to writeI know... silly me. I've always been so...so here I am... end up in my own blog... doing basically nothing.
okay... fine, lets begin with something...
I decided to turn my ipod back on again (after all this time), yeah I turned it off and let the battery ran out by itself, and I did nothing by then
, I let my sister kept it in her room. well that's not the point. the point is that I found myself on a track back to a nostalgic memories.
you know sometimes songs or pictures could drive you all the way back to some memories or feelings, and that's exactly what happened to
me lately.
I opened the playlists, scroll it up and down... trying to find something decent enough to listen to... and my finger (randomly) stopped on Frau
...
and yes, I listened to all her songs in her first debut album:
Starlit Carousel which is for me sounds so nice and amazing in the same way.
and all those melodies and piano playing drag me back to that old time when my sister first told me about her amazing song titled "I'm a sir" which is
so catchy and tremendously-undeniably cool. and the time when my friend, Nina, gave me all the songs she got (sang by Frau of course) and I just can't stop adore her (read: Frau) till now.
she's such an amazing singer, such a great songwriter, such a creative pianist.. such a brilliant musician. oh God I adore her so much...

and the best song in her album (according to Nina's opinion and mine too) is the one titled "Sepasang Kekasih yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa" such a unique and unusual title huh? that's why I remembered that one the most, the lyrics were amazing as well, so deep and (for me) hard to be interpreted (written by Ugoran Prasad from Melancholic Bitch-a super cool band I can say :D )... but that's why I loved this one anyway.
this song was sang by Frau and Ugoran Prasad as the guest vocal, their vocals match so well, and sounded simply cool to my ears, plus the piano playing which is so A-M-A-Z-I-N-G.
I wish I could find her in a concert and enjoy all the music she will create later.

maybe I'm not smart enough to interpret music
and maybe I'm not that perfect to understand all these music stuff
but I'm smart enough to know which one is good and which one is bad
and I know that Frau is one of the best. :)

this is Frau (I know her real name, but suddenly I forgot :))

this is Ugoran Prasad
both of them on stage, singin "Sepasang Kekasih yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa", my favorite song of all... :)

and so, my Ipod brought me back to my favorite singer: Frau
:) :) :)
p.s. find her music here:
yesnowave.com
trust me you won't regret it

I LOVE YOU INDONESIA

mungkin sudah sedikit terlambat untuk membuat posting baru tentang 17an kemarin
sudah lewat tiga hari...
tapi tidak pernah terlambat untuk belajar mencintai Indonesia, kan?

banyak orang yang bertanya, apa kamu bangga jadi anak Indonesia?
yang ditanyai pasti menjawab: ya.
tapi siapa yang tahu kalau itu... cuma sekedar, jawaban? bukan pernyataan?
lalu kenapa ragu untuk menjawab Ya?
memang hanya sedikit alasan yang bisa membuat kita benar-benar yakin kenapa kita harus mencintai Indonesia.

"kita makan dari tanahnya, minum dari airnya, dan hidup dari buminya"
itu sudah cukup kuat untuk membuat saya menjawab Ya.
setidaknya saya harus mencintai negeri saya, karena ia sudah membiarkan saya hidup dari tanah, air, udara, dan buminya, hingga hari ini. setidaknya sebagai rasa terima kasih saya. toh bumi ini tidak pernah menuntut hal yang berlebih dari kita, selain memohon supaya kita sungguh mencintainya.

Negeri kita ini indah... semuanya tahu. hanya saja, keindahan itu belum tersentuh oleh mata kita. kita cenderung lebih senang memandang keburukan negeri ketimbang keindahan yang kita punya.
lalu kenapa kita tidak berhenti mengeluh, dan mulai dengan satu hal yang sama: mencintai dan memperbaiki negeri ini. mengeluh tidak akan menyelesaikan apapun, kan?
negeri ini tidak akan pernah bisa menangis, apa lagi membalas keluhan dan cercaan yang bertubi-tubi.
lalu apa yang bisa diperbuat?

saya tahu, saya akan belajar mencintai negeri ini, sampai kapanpun.

I LOVE YOU INDONESIA :)

uhm... IDK, maybe I'll do this tonight

he's a good boy.
there's one mistake he made, he was just way too kind.

ya Tuhan... sebenarnya saya bingung mau berdoa apa malam ini.
saya mohoh supaya dia menyukai saya? saya mungkin sudah agak gila.
tapi mungkin saya akan menjadi terlalu bodoh untuk tidak mengharap hal semacam itu.
tapi saya akan jadi terlalu egois untuk menghabiskan waktu berpikir soal diri saya sendiri,
karena itu saya juga berpikir soal dia. semuanya terdengar logis dan baik-baik saja buat saya. saya tidak menemukan apapun yang salah sampai detik ini...
ya kecuali dia yang bertindak terlalu baik pada saya. dan mungkin itu alasan saya menyukainya setengah mati.
saya tidak tahu harus berkata apa lagi...
uhm... selamat malam. trima kasih.
kabulkan doa saya (?)
p.s. saya juga berdoa supaya saya cepat lulus. dan karya tulis saya cepat selesai dengan baik.
:)
Amin.

dan gue (sepertinya) akan benar-benar mendoakan doa ini...
hehe :D

sanetograph: seekor burung kertas

Midnight is clear. I’m the only one who can’t see it. You know why?
Because I’m blind
I’m making myself blind.
Poor me

Dunia berputar terlalu cepat ketika kau terus menerus berpikir. Dan semua bergerak terlampau cepat ketika kau sadar kau lah satu-satunya yang melambat. Lalu, kau akan mulai merasa semua orang meninggalkanmu, ya… suatu hari nanti. Dan jika kau tidak segera bangun dari tidur lelap yang terlalu memanjakan itu, akhirnya, kau akan menemukan dirimu… tersesat. Jauh lebih dalam dari sekarang. Beruntunglah aku belum sempat tersesat. Dan aku ingin untuk tak akan pernah lagi mencoba untuk menyesatkan diri. Tidak sekalipun.
Lebih baik menyadari keadaan dirimu sendiri, kan, dari pada berusaha meratapi dan mengasihani?

itu paragraf pertama dari cerita yang bakalan di film in sama sinematografi
(I made it by the way.. yeah whatever)
entah kenapa gue copy ke sini...
ya udah lah gue gak peduli... selama gak ada yang macem-macemin script ini...
gue sih gak masalah
cheers... :)

love is hard, or ...

...Love takes hostages,
Gives them pain.
Gives someone the power to
Hurt you again and again
Oooh, but they don't care

And it kicks so hard,
It breaks your bones.
Cuts so deep
It hits your soul.
Tears your skin and
Makes your blood flow.
It's better that you know,
That love is hard.

-love is hard, James Morrison

love is hard.
or not?
it makes you cry and laugh at the same time.
it makes you break your self down and lift your self up in less than a minute.
it turns you up and down... just in a wink of an eye.
so, what do you think?
love hurts, or what?
-anonymous-

cinta adalah keindahan. itu kata mereka.
tapi untuk seseorang yang tak tahu bagaimana rasanya cinta, apa yang bisa mereka katakan?

luka adalah cinta untuk mereka, dan tangis adalah tawa.
sama seperti mereka yang mengklaim diri tahu apa itu cinta, dan mengatakan bahwa cinta adalah kebahagiaan terbesar dalam waktu hidup mereka.

sebuah kata klise terlontar dari jutaan mulut manusia di seluruh dunia.
.cinta.
apa itu cinta? mereka bahkan tak tahu.
mereka bilang cinta itu indah.
tapi ketika seseorang rela mati gantung diri atas nama cinta, pengorbanan, atau apapun itu.
ketika satu orang membunuh yang lain karena sesuatu yang mereka sebut cinta.
ketika seorang anak manusia melukai dirinya sendiri untuk cinta?
ketika seorang anak membenci ibunya untuk orang lain, dan mereka mendasarkannya pada cinta.
apa itu yang mereka sebut indah?

rumit memang. semuanya tak semudah membalikkan telapak tangan.

semua harus dilihat, dipandang dari sisi yang berbeda.
dari sudut lain dunia.
dari lubang kecil di celah waktu.
karena kadang kebahagiaan memiliki sebuah guratan di sisi lainnya, yang bisa membuatnya tak lagi baik.
jangan sampai manusia jadi buta, mengatas namakan cinta yang semestinya melindungi dan memberi hidup. karena kita sendiri ada karena cinta, bukan?
kalau cinta mampu memusnahkan, bagaimana bisa ada makhluk semacam kita?
pikirkan lagi sebelum mencoba mencintai.
dan meminta untuk dicintai.
tak ada gunanya seseorang berbicara panjang lebar memuntahkan seluruh isi pikirannya tentang cinta, kalau akhirnya hakekat cinta jadi begini?

kalau memang akhirnya begini,
lebih baik tak dicintai dan mencintai dari pada ada tubuh lain yang terluka.
dibanding harus ada pengorbanan atas raga lain yang ditukar untuk kematian
lebih baik dari mengorek lubang di jiwa orang lain, atau malah diri sendiri.

ini bukan pelajaran, tapi pemahaman.
jangan buat zaman jadi makin rumit hanya karena ini.

jangan buat ruam itu jadi bilur.
peluh... biarkanlah tetap jadi peluh,
janganlah sekali-sekali mencoba mengubahnya jadi darah.
-anonymous-

don't be stupid

gue baru baca someone's blog... again...
dan setelah membaca post terbaru yang dibuat oleh si pemilik blog...
gue cuma bisa bilang "oke... batas antara percaya diri dan kebodohan itu tipis..."
buat org lain... dia dibilang bego krn begitu braninya meletakkaan dan nge-post something like 'that'... tapi... buat dirinya sendiri, dia berasa pinter, dan bilang dengan penuh percaya diri kalo apa yang dia lakuin adalah bagian dari pembelajaran
ayolahhh...
masa lo mau melakukan pembelajaran yang sama setiap saat dgn bikin kebodohan yg sama terus?
dalam pikiran gue sih... mungkin nih orang gatau apa yang dia tulis...
tapi...
pesan gue hari ini:
JANGAN PERNAH LAKUIN HAL YANG LO GATAU SAMA SEKALI.
that's it.
kalo lo gatau apa-apa, mending gausah dilakuin, dari pada MEMPERMALUKAN diri lo sendiri.
hayo, mendingan mana?
mending malu-maluin, apa mundur sebelom lo tau lo akan mempermalukan diri lo sendiri?
toh kalo ga lo lakuin lo ga rugi apa-apa, untung malah...
so... please....
if you can't climb, don't climb
if you can't jump, don't jump
if you can't fly, then don't do that!
clear enough, isn't it?

the point is:
don't be stupid.

All that I know is I'm breathing

The storm is coming but I don't mind
People are dying, I close my blinds
All that I know is I'm breathing now
I want to change the world
Instead I sleep
I want to believe in more than you and me
But all that I know is I'm breathing
All I can do is keep breathing

kadang, semua hal yang berputar di pikiranmu terlampau berat untuk kau tahan. dan di saat yang sama... kau akan berpikir untuk melepaskan semua pemikiran itu... karena bagimu, semua itu hanyalah beban... tak lebih. hanya beban.

jika kau boleh memilih, kau akan dengan senang hati melepaskan semuanya, dan tertidur... lelap... sampai setidaknya kelopak matamu tak lagi terlalu lelah untuk kembali disilaukan matahari.

kau ingin mengabaikan semua suara yang berteriak di telingamu, semua hal yang berkelebat di depan matamu, semua yang berguncang menggetarkan pikiranmu, semua yang memberatkan kedua bahumu.

kau menutup mata. menyumbat telingamu. menghentikan jalan pikiranmu. menyandarkan kedua bahumu. dan kau tak lagi peduli.. pada apapun.. apapun yang berguncang.. siapapun yang berteriak... segala sesuatu yang berjatuhan dari langit, terbawa angin... dan kau membiarkan dirimu terlampau bahagia dalam pelukan nafasmu.. hanya kau.. dan nafasmu... yang kau tahu dan kau ingin hanyalah hidup.. dan bernafas.. tanpa beban.

tapi kau sadar... kau tahu apa yang kau ingini, dan kau bisa saja bergerak sekarang... namun yang mampu hanyalah diam, dan berjuang untuk tetap bernafas. kau ingin mengubah semuanya... semuanya yang pernah kau lepaskan, semua yang pernah jatuh... kau ingin mengubah dunia, duniamu, dunia mereka, dunia ini.

tapi ada satu hal yang lebih kau tahu, satu hal yang lebih mampu kau mengerti dari sekedar teori untuk mengubah dunia:

.saat ini, detik ini, kau hanya bisa bernafas, bernafas dalam diam.

karena dengan bernafas... kau merasa sungguh beruntung, lebih dari beruntung... kau merasa bahagia. karena semua kelelahan itu... pergi seiring kau menghembuskan nafas sampai nanti kau terbangun lagi, dan sanggup menatap bola jingga raksasa yang bergelantung di atas kepalamu.

hold it

sebuah fakta bahwa setiap orang pasti punya sesuatu hal yang berharga, yang tak akan mungkin mereka lepaskan begitu saja dari genggaman tangan mereka. mereka akan dengan bahagia memegangnya erat, mempertahankan atau bahkan rela jatuh... hanya untuk membuatnya tetap ada di sana, di jangkauan tangan mereka, tak peduli betapa sulitnya itu.
namun bukan lagi sebuah rahasia bahwa pasti ada saat ketika tangan kita terlalu lemah untuk menggenggam semua itu, jemari kita terlalu rapuh untuk mengikat mereka di telapak tangan, dan lenganmu terlanjur bergetar dan tak mau lagi memperjuangkan semua itu untuk tetap ada padamu, selamanya, tanpa sedikitpun mempertahankannya... walaupun kau tahu, kau bisa mengalahkan semua kerapuhan itu.
dan saat itu... semua kata-kata akan berhenti mengalir dari mulutmu, karena kau kehabisan kata-kata untuk membela sesuatu yang sudah semestinya kau bela, untuk mempertahankan sesuatu yang semestinya kau pertahankan.
dan kenyataannya ketika kau terdiam, tak mampu lagi berkata-kata, ketika matamu terbelalak, tak mampu lagi terkatup, ketika nafasmu tersengal tak mampu lagi mengalir...
waktu akan terus berjalan... dan tak akan pernah terhenti..
sesuatu yang dulu milikmu... sekarang adalah milik yang lain.
sebuah hal kecil yang tak menjadi perhatianmu, telah menjadi perhatian orang lain.
dan bahkan sebuah titik debu yang tak berguna di matamu, yang kau rasa tak perlu dipertahankan... adalah sebuah permata bagi mereka yang sanggup mempertahankan..
sebuah ironi bukan?
ironis.. memang ini IRONIS! kau yang dulu BERHAK memilikinya... kini seolah TAK DIANGGAP... TAK DIPERHITUNGKAN... dan bagimu.. di matamu.. mereka adalah manusia egois yang memiliki apa yang semestinya ada di tanganmu.

namun satu hal yang harus kau tahu.
kau.. kamu.. yang berdiri di sana, yang menangisi semua kesempatan... merengek pada kecerdasan yang sempat hilang darimu.. mengais sisa-sisa kemungkinan yang sempat dikaruniakan padamu, kamu yang memohon, berlutut di hadapan dirimu sendiri, menyesali semua kebodohan MENDASAR yang merajaimu, mempengaruhimu, dan berkata padamu untuk melepaskan...
melepaskan sebuah hal tak berguna yang sebenarnya bernilai tinggi untukmu dan hidupmu
sebuah hal yang mampu mencengangkan mereka ketika kau tampil di sana, di atas panggung teater hidupmu sendiri... menunjukkan pada mereka.. kau.. dirimu.. hidupmu.. yang saat itu menjadi jauh lebih berharga! jauh.. jauh lebih berharga dari pada makhluk kecil.. sekecil debu... yang sempat mereka tertawai... justru sebaliknya! kau yang akan tertawa di atas mereka!!! sungguh, dan mereka akan menangisi diri mereka sendiri, dan bertepuk tangan atas pertunjukan hidupmu yang melampaui kata berhasil, bagus, kau adalah keindahan, jikalau.. kau BENAR-BENAR MENGHARGAI APA YANG KAU PUNYA! MENGGENGGAM SEMUA YANG KAU PUNYA, TANPA MERASA EGOIS ATAS HIDUPMU SENDIRI! APA YANG KAU PUNYA... ADALAH SEBUAH HADIAH, BUKA, DAN GUNAKAN! itu adalah milikmu! hak mu! jangan kau tentang dirimu sendiri! berhenti menantang nasib dan kebodohan!

sungguh... jangan pernah lengah.. mempertahankan hal terkecil dalam hidupmu... karena hal terkecil di matamu... bisa jadi hal terbesar dalam hidupmu... selamanya.
karena seorang penarik tirai dalam sebuah pertunjukan teater, adalah seorang yang berharga, tanpanya bagaimana sebuah pertunjuka bisa berakhir sempurna?
jangan lepaskan genggamanmu.. jangan sekalipun.. biarkan hidupmu menggoreskan tinta warna... bukan tinta abu-abu.
gambarkan hidupmu.. dengan semua hal kecil dan besar, dengan semua keberhasilan dan kegagalan. karena hidupmu... adalah engkau.. hal kecil adalah hal besar, dan kau bisa menjadi pemain terbesar dalam teater hidupmu, atau bahkan teater dunia... entah duniamu atau dunia mereka.

Diberdayakan oleh Blogger.

Search This Blog

press PLAY!

other posts...

want to know something?

Foto Saya
Bernadetha Amanda
I know English, a little French, and I do speak Ngoko and a few Krama (Javanese language has three kinds of hierarchical language, they're two of them) at home, well, mostly. I'm a big fan of Javanese literature, traditional art, music, theatrical performances, and books but I got this lack of time and chance to do all that stuff... yeah THROW A CONFETTI. (and yeah, feel free to drop some comments... BISOUS :*)
Lihat profil lengkapku

now, count!

free hit counter

followers

Pages