will things ever be the same again?
-aku ada by dewi lestari
ketika semuanya menghilang, dan saya tidak tahu harus kemana, saya tahu bulan siaga lebih lama dari sebelumnya. dan cahayanya berpendar lebih terang dari biasanya. menuntun saya menuju apapun di sana. menuntun saya kepada fragmen fantasi yang sudah lewat. membawa saya... pulang ke masa depan dan berlalu di hari kemarin. terimakasih.


remember me as one of these
GREENLITE. SANETOGRAPH. SANURIANS.
now that we've passed our own fragment... will things ever be the same again?
Minggu, Juni 12, 2011 | Label: friend, school | 0 Comments
MORE POWER!
Kamis, Mei 19, 2011 | Label: friend | 0 Comments
realistis... legowo...
rasanya sudah lama tidak bicara... ngobrol, dalam satu tatap muka.
Rabu, Mei 18, 2011 | Label: and the truth is..., friend, sudden | 0 Comments
WE GOT ISSUE!!!!
Senin, Juni 21, 2010 | Label: friend | 0 Comments
Tegallurung, Live in, Mr. W, geng sepeda part I
just got back home from Bantul, Jogja. and I feel so damn tired...
Minggu, Juni 06, 2010 | Label: friend, school | 0 Comments
popularity: hey, what's your problem? just keep yourself straight, and your life will be fine.
uhm... let me get it straight here:
Minggu, Mei 30, 2010 | Label: friend, ordinary girl, school | 0 Comments
au revoir mon ami, au revoir monsieur
it's not everyday, that I find a guy quite like you
that I finally found the nerve to confess, that's you, for a moment I thought I want you.
but the moment you talked to me, you made me think, you're not the one that I can depend on.
this feeling is not forever, so that I thought it'll be fine if I let you go just that.
so do you, you'll be fine if I'm no longer there for you.
the best thing is:
I won't text you or call you anymore, you can manage your time, and I can spend my day without you inside my head.
what about that? can we reach an agreement? I think so.
all you need to do is stop your arguments, keep moving on your own way. because we have these separate way. we have these different ways of life.
keep your pure scientific minds, and I'll keep this complicated mind (that you can't even understand) all by myself.
that's brilliant, isn't it?
so... lets work this out. I know we can.
au revoir mon ami, au revoir monsieur
(you've grown up anyway, you're no longer that selfish boy that I used to know anymore, great job :D)
Jumat, September 25, 2009 | Label: friend, ordinary girl | 0 Comments
let me tell you: this is how we play
gue cuma bisa ngasi tau... bukan nyalahin tapi inti dari semuanya sekarang adalah:
lo harus tau gimana cara bertindak di sini. apa yang lo lakuin dan apa reaksi kita.
dan yang paling penting adalah lo harus tau cara mainnya.
cara main dulu sama sekarang beda. dulu waktu sesuatu terjadi ke lo, semua orang bakalan extra perhatian, ngunjungin lo setiap saat, nanyain lo kenapa dan blah blah.
di sini? udah beda...
mau se hebat apapun lo, mau jabatan lo ketua kelas atau bahkan ketua osis sekalipun, orang-orang ga bakalan tau apa yang terjadi sama lo, kecuali ada orang yang teriak ke semua telinga orang lain kalo lo lagi kenapa".
gue ga kesel, gue ga kenapa-napa. tapi lama-lama kita jadi ngerasa ada something yang perlu dan emang harus dibenerin di sini. kita nggak menuduh eksistensi sebagai akar masalah. bukan salah lo emang kalo lo eksis (dan di mata kita lo emang sungguh eksis, tapi kalo di mata lo nggak, ya terserah... toh yang ngeliat lo adalah orang lain, lo gamungkin bisa ngeliat diri lo secara utuh, bener-bener utuh) so.. kita nggak nyalahin kalo lo eksis.
mungkin lo masih ngangep cara main sekarang sama=cara main dulu. intinya nggak.
setiap orang punya masalah sendiri-sendiri yang menuntut mereka untuk berlaku secara individu. dan nggak selamanya mereka meletakkan perhatian ke satu titik.
temen-temen kita, sakit, apa iya kita jenguk dia?
apa iya kita sampe telponion dia buat tanya "lo kenapa?"
lo nggak bisa nyalahin mereka karena mereka udah terbentuk seperti itu... dan kita semua nyaman, gaada yang terganggu sama hal itu.
kalo lo terganggu... ya.. gue gatau gimana cara menghilangkan rasa terganggu lo itu.
gue udah pernah ngalamin hal kaya gitu, ngelawan cara main mereka. hasilnya? lo tau terakhir kali gue ada masalah gimana jadinya? dan akhirnya gue sadar, cara main gue salah.. beberapa, bahkan banyak hal yang harus bener-bener gue pelajarin di sini, tentunya bukan dengan cara main gue yang lama. kita ketemu banyak orang berbeda di lingkungan berbeda, dan kita gabisa menggunakan cara yang sama ke orang-0rang yang berbeda.
gue sadar itu, gue berusaha menerima sampe akhirnya gue merasa senang, nyaman dengan cara itu, dan semuanya jadi jauh lebih simple dan nggak se COMPLICATED itu.
jadi, intinya pahami cara mainnya kalo lo nggak mau 'ditolak'
karena ga selamanya lo diterima, kalo gitu terus kapan lo belajar menerima penolakan atau hal sejenis lainnya?
sekarang gue anggep lo tau.
PAHAMI CARA MAINNYA.
Sabtu, April 18, 2009 | Label: friend, school | 0 Comments
kata-kata dari seorang sahabat
begitu banyak orang di dunia ini.. tapi cuma satu orang yang gue gangerti:
orang yang selalu maksa orang lain untuk BICARA tapi dirinya sendiri enggan bicara.
orang yang selalu maksa orang lain untuk DO SOMETHING tapi dirinya sendiri DO NOTHING.
orang yang selalu maksa orang lain untuk FIX YOUR PROBLEM tapi she can't even fix her own problem though.
jadi salah siapa kalo gue bingung? salah gue? apa dia?
jadi salah siapa kalo semua orang nyalahin dia? salah orang lain atau salah dia?
jadi apa yang harus orang lain lakuin? nungguin dia? atau nungguin siapa lagi?
toh itu masalah lo, bukan masalah kita. kita gabisa ngapa-ngapain kalo kita bahkan gatau masalah lo apa.
so.. speak up! please... ngomong itu bukan hanya
"hem"
"iya"
"nggak"
gah? do something! please... bukan cuma
diem, buka buku... nunduk dan diem lagi, please!!!! at least buka jalan pikiran lo!
fix your problem.... gaada yang bisa nyelesaiin masalah lo kecuali diri lo sendiri, lo tunjukin itu ke semua orang, tapi lo? gue rasa cuma lo yang tau.
gue mau lo bicara... talk for your own problem... for us...
kita temen" lo siap dengerin lo, tapi lo nya kaya gamau membuat kita mendengarkan, nada bicara lo, tampang lo... gaya ngomong lo...
oke.. gue akuin eksistensi itu penting, penting banget... tapi kalo eksistensi itu adalah sebuah pembuktian dari diri lo, pembuktian bahwa lo bisa tanpa kita, think about it, please...
sekarang keputusan adalah milik lo.
lo mau move on atau stuck di titik itu-itu aja.
yang pasti kita di sini udah nunggu lama, tanpa keterangan jelas dari lo, kita usaha buat tau, usaha ngomong ke lo, lo jawab dengan nada kaya gitu, tampang kaya gitu, kelakuan kaya gitu... dan asal lo tau, bukan itu jawaban yang kita butuhin dan kita mau.
karena hidup bukan cuma tentang lo.. tentang banyak orang..
semua orang bicara bukan hanya tentang aku.. tapi kami... kita... dia... anda.
kita yakin lo gamau makin jauh dari kita.
kita gaakan ngebenci lo untuk sesuatu yang kita gatau masalahnya.
lo gapernah cerita apa lagi bilang kenapa dan gimana jadinya.
tapi yaaa it's your choice...
kalo suatu hari kita jauh dari lo... atau bahkan jauh dari jangkauan tangan lo.. dan itu karena masalah yang belom lo selesaikan dengan kita... gue akan bilang itu bukan salah kita, karena kita udah usaha... tapi sayangnya usaha itu seolah tanpa timbal balik dari lo, faktanya, mungkin sampai saat itu, kita masih gatau masalahnya apa, sisanya.. terserah lo, cuma lo yang tau jawaban atas diri lo sendiri. jawab diri lo sendiri yang udah berdiri di atas bukit eksistensi yang begitu tingginya.
ps: in case if you wanna know, eksistensi lo itu bisa aja runtuh mendadak karena masalah yang belom selesai antara lo dengan siapapun. keep in mind!
Kamis, April 09, 2009 | Label: friend, ordinary girl | 0 Comments
why so serious?
beneran dehh gatau kenapa ya.. begitu banyak orang yang nanya hal yg sama ke gue
"kok serius banget mand?"
"why so serious?"
padahal gue berasa biasa lho... ya beginilah gue... ya gitu lahh...
bukannya gue ga terima dibilang terlalu serius ato gimana... tapi ya mau gimana lagi? gue ya gue.. gue ya begini...
some people said: everybody's changing...
but I said: I hate changes man!
gue benci perubahan... apa lagi kalo perubahan itu terjadi dan gue sadar...
makanya gue segitu konstannya ga mau berubah dalam keadaan 100% sadar...
na'ah... no way! kalo gue berubah dan gue ga nyadar... itu urusan lainn...
ada juga yang bilang...
"berat bgt mand bahasa lo..."
"gila ya manda... biasa lahh bahasanya... berat"
GOD... beneran dehh gangerti gue maksudnyaa...
mau protes.. tapi gue gangerti maksudnya...
mau pura" ngerti... tapi kalo dasarnya emang gangerti gimana dongg?
bukannya gimana"... tapi ya gitu.. banyak hal simpel yang sama sekali gabisa gue ngerti... sesimpel apapun itu... otak gue akan mencoba memperumit, entah gimana jadinya ntar...
otak gue yang terlalu complicated ini udah ke program dari dulu.. makanya gue ga gampang ngerti masalah simpel apalagi masalah ribet...
so.. friends, please...
ngertiin gue kalo suatu saat nanti lo ngomong sesuatu yang simpel dan gue bilang
"hah? gimana? gangerti..."
atau
"sorry... gue ga nangkep"
atau lebih parahnya lagi
"lo ngomong apa sih? gangerti gue"
gue minta maaf... bukan salah kalian kalo kalian ga ngerti pola pikir gue.. karena gue yang sebenernya memperumit pikiran gue sendiri.
makhluk yang terlampau complicated yang lagi duduk dan ngetik di komputer dengan bahasa-bahasa berat yang terlalu absurd buat dingertiin ini juga lagi cari tau gimana caranya mempersimpel semuanya.. termasuk otaknya sendiri.
so... maafkan gue karena bahasa-bahasa gue yang-kalo menurut kalian- terlalu atau bahkan berat bangett... maafkan saya... kalau saya berkata "ya itulah bahasa gue" karena gue gatau gimana lagi caranya menulis dan berbicara selain dengan bahasa-bahasa itu, gue merasa terlampau bodoh tanpa bahasa-bahasa yang terpampang didepan mata kalian sekarang ini atau nanti...
dan maafkan gue lagi kalau kalian gangerti apa yang gue tulis
huhu... :(
Rabu, Maret 25, 2009 | Label: friend, ordinary girl | 0 Comments
changes
kadang engkau memikirkan tentang suatu titik dimana semuanya berubah, harus berubah. semua yang baik-baik saja, mendadak harus berputar ulang lagi.
dulu kau bahagia di titik di mana semua orang menyukaimu, entah dia, mereka atau siapapun.
sekarang kau harus terpuruk karena dia, mereka, dan orang-orang itu seolah tak akan pernah lagi percaya dan memperlakukanmu seperti dulu lagi.
tak pernah terbayang kalau semuanya bisa jadi begini. semuanya berubah, tak satupun yang tetap apda posisinya.
mereka yang dulu menerimamu seolah (atau memang) sudah tidak (atau malah tidak akan) menerimamu lagi. mereka terlanjur marah, kesal, atau malah membencimu seolah tak akan ada celah lagi bagimu untuk kembali pada lingkaran erat mereka.
ketika kau mengingat kembali waktu dulu kau masih ada di tengah-tengah mereka, bercanda, tertawa atau bahkan menangis bersama. semua itu indah, memang indah. kau merasa punya segalanya, hidup mati seolah ada di tangan mereka.
kau bisa saja merasa hidup saat itu, namun mereka tak akan menyadari bahwa ketika semua itu berubah, yang kau rasakan hanya ingin menangis dan berteriak. yang kau rasakan bukan lagi hidup, tapi sebuah kematian yang kosong. tanpa sedikitpun jejak yang mereka tinggalkan. dan kau pun tersesat, entah di mana.
kini mereka hendak memperjelas semuanya. semua garis putus-putus itu akan mereka pertegas. dan dalam bagimu garis yang akan mereka pertegas adalah sebuah keputusan, apakah mereka akan menerimamu lagi atau malah menyingkirkanmu.
kau tidak akan berusaha memperjuangkan jiwa melankolis yang ada di dalam benakmu, tapi yang kau lakukan hanyalah menghadapi kenyataan bahwa memang semuanya berubah.
kau ingin menangis, tapi tertahan karena kau tak ingin membuat mereka tahu kalau kau berada di ujung titik kejatuhanmu.
kau ingin berteriak, tapi tercekat karena kau tak ingin mereka muak mendengar semua luapan emosi itu.
semua ingin meluap begitu saja. namun seua yang sudah tertampung di sana tak mudah untuk dikeluarkan begitu saja. entah sampai kapan akan membludak, meretakkan tembok-tembok ketakutan dalam dirimu.
tapi yang kau tahu pasti, kau ingin mereka kembali seperti dulu.
tapi satu hal lagi yang perlu kau tahu, kau tak tahu kapan titik ini akan beputar lagi, kembali seperti dulu.
sungguh, kau tak pernah tahu, dan tak akan pernah tahu sampai mereka benar-benar membuka mulut atas apa yang sebenarnya sedang terjadi dan apa yang akan terjadi cepat atau lambat.
Kamis, Februari 19, 2009 | Label: friend | 0 Comments
BIG BIG 'O'
what am I supposed to do??
I'm trying hard to be a good friend!
but the result? BIG 'O'!
a very BIG BIG BIG BIG 'O'!
HUGE 'O'!
I can't stand this anymore! I wanna QUIT!
gue ga ngerti deh... sumpah!
gue baik-baikin, ga nyaut..
gue diemin, ngeliatin gue.. dan tatapannya itu loh, bikin gue ngerasa bersalah abis"an!
gue mau ngamuk, tapi kok gaada alesan jelas.
gue mau diem tapi ga enak, mendem terus lama" kan juga ga enak rasanya!
dilemma yang berhasil ngebikin gue menggila selama lebih dari tiga hari (kalo ga salah)
Kamis, Desember 18, 2008 | Label: friend | 0 Comments
ulaters little sister!
sore. mendung. dingin. belom mandi.
keadaan yang mendukung buat tidur!
terengtengtengteng.... mendadak suara hape gue yang nggak menyenangkan bunyi dari dalem tas. gue yang setengah ngantuk otomatis gelagapan, dan dengan bodohnya bukannya ngebuka tas gue malah duduk di depan komputer dan ngebiarin hape gue bunyi ampe mati.
setelah sekian lama bunyi. barulah gue angkat tuh hape, eh pas dipegang... mati.
terpelantinglah tuh hape dari tangan gue (untung jatohnya ke tempat tidur, bukan lantai).
eh pas menyentuh kasur... nyala... bunyi lagi!
"hape macam apa sih ni?" kata gue sambil nguap.
eh... ada sms:
from: Sisi
man, besok ga usah latian padus ya. mending kita jenguk Bu Tanti aja... oke!
(dan gue membalas)
to: Sisi
hlah? mau kapan lagi latiannya?
from: Sisi
kan masih bisa hari Selasa...
to: Sisi
oh ya udah... gapapa, tapi tetep forward ke anak-anak ya kalo besok selasa latian. oke
from: Sisi
oke deh...
to: Sisi
(dan dengan begonya gue baru nyadar kalo sisi menyebut "jengukin Bu Tanti yuk...")
HLAH SI... EMANG BU TANTI KENAPA? KOK PAKE DIJENGUKIN? (sebenernya ga pake huruf gede semua, cuma guenya aja yg lebay, berhubung Bu Tanti sedang HAMIL dan posisinya yang nggak lain dan nggak bukan sebagai wali kelas sekaligus guru Kimia ULATERS, gue jadi melek waktu tau something happened kepada Bu Tanti, apa itu?)
from: Sisi
Bu Tanti kan udah NGELAHIRIN.... (ngikngok, dan gue sadar ternyata ke-lebay-an gue ga berarti apa-apa, Bu Tanti melahirkan dengan normal dan BAIK-BAIK SAJA)
to: sisi
Hah? ngelahirin? oke deh sii... makasi ya... :D
wahhahahahah.... akhirnya ulaters punya adik! adik perempuan milik bersama hehe....
paginya di kelas, anak-anak pada sibuk gitu nanyain siapa-siapa aja yang mau ikut ngejengukin Bu Tanti di rumah sakit, beberapa ikut, sebagian besar nggak... dan sebagian besari itu termasuk gue... kenapa? padahal kan gue udah semangat abis mau ikut jenguk adekbayinyaulaters....?
alesannya:
1. Seseorang nampaknya TIDAK MENYADARI keberadaan gue sehingga gue sama sekali nggak ditanyain bisa ikut apa nggak.
2. Gue emang secara diam-diam sedang ada masalah dengan ORANG ITU sehingga apapun yang terjadi mau ikut ato enggak, gue jadi males ngurusinnya.
nah udah cukup jelas sekarang kenapa gue mendadak ganti plan... menyedihkan! PATHETIC!
anak-anak yang laen sibuk bikin kartu superbesar buat Bu Tanti dan anakbayiperempuannya.
tulisannya: A Baby was born.... and it's a girl..... WUHUHUHU... (sebenernya ga pake wuhuhuhu juag, guenya aja yang lebay)
jiahahah... ulaters punya adek bayi... perempuan... calon sanurians lagi deh... hehehe
Senin, Desember 15, 2008 | Label: friend | 0 Comments
for someone out there: sorry, so sorry...
well... he's out there... far away from my life. Sorry.
aku berbicara pada Tuhan lewat hatiku tiga hari yang lalu, dan aku berkata
"Tuhan, tolong, singkirkan dan jauhkan dia dariku. secepatnya. aku lelah"
aku tidak mendengar Tuhan menjawab. tapi aku yakin, Ia akan memberi sebuah jawaban padaku suatu hari nanti.
dan hari itu adalah sekarang.
hari ketika aku menyadari bahwa aku telah kehilangan seorang teman. aku baru mengenalnya, dan ia nampaknya memang sungguh membutuhkan keberadaanku.
"I need you here. thank you for being my friend..." katanya seminggu yang lalu. sebelum aku memutuskan untuk berbohong dan berdoa supaya ia dijauhkan dariku, secepatnya.
sungguh. aku tak bisa percaya.
ada tiga hal yang kutahu pasti:
1. Tuhan benar-benar mendengarkan permintaanku dan ia mengabulkannya
2. Aku sekarang kehilangan seorang teman dari tempat yang jauh, yang mungkin tak akan bisa kutemukan lagi.
3. aku merasa bersalah.
aku tak menyangka dan tak menyangkal bahwa Tuhan memang mendengar permintaanku.
aku mengenalnya tiga minggu yang lalu, tepat setelah aku meminta sesuatu kepada Tuhan. dan aku baru saja kehilangan dia, tiga menit yang lalu. aku tak percaya.
aku tertegun ketika mendapati ia benar-benar menyatakan selamat tinggal dan tidak akan muncul di hadapanku lagi. ia telah menghapus semua jejak yang pernah ditinggalkannya bersamaku. dan ia mengatakan itu seolah ia tahu segalanya, dan rasanya seperti Tuhan yang membisikkan semua itu kepadanya. dan aku adalah pembohong paling bodoh sekaligus paling keji yang ada di matanya.
lalu apa yang harus kuperbuat?
aku tahu semua sudah terlambat.
aku tahu ia sudah menghindar jauh dariku.
aku tahu dia mungkin tidak akan kembali lagi. mungkin sampai kapanpun
aku menyesal. itu yang ingin kukatakan. tak kupungkiri, aku lelah, aku lelah dengan bualan dan leluconnya, aku lelah ada untuknya. saat itu yang kubutuhkan hanyalah waktu. waktu untuk berpikir, tapi ia seolah tak memberikan sedikitpun, karena yang kutahu ia selalu di sana di saat yang tak kuinginkan.
lalu dengan bodohnya, aku meminta pada Tuhan untuk jauh darinya. awalnya aku lega, tapi akhirnya aku merasa bersalah. terlalu bersalah hingga tak bisa termaafkan.
semua ini seperti teori cacat bagiku. seperti sebuah filosofi yang tak terselesaikan. seperti sebuah asa yang tak terpenuhi. semuanya tak sempurna. dan dari semua bagian itu aku akui akulah yang paling tak sempurna di antara segala hal yang tak sempurna. aku tak sempurna karena kebodohanku. karena aku dan pikiran sempitku. maaf.
.Maaf.
Rabu, Desember 03, 2008 | Label: friend | 0 Comments
Search This Blog
press PLAY!
other posts...
want to know something?
- Bernadetha Amanda
- I know English, a little French, and I do speak Ngoko and a few Krama (Javanese language has three kinds of hierarchical language, they're two of them) at home, well, mostly. I'm a big fan of Javanese literature, traditional art, music, theatrical performances, and books but I got this lack of time and chance to do all that stuff... yeah THROW A CONFETTI. (and yeah, feel free to drop some comments... BISOUS :*)
Listed
-
Kind.8 tahun yang lalu
-
mencipta bahagia8 tahun yang lalu
-
-
-
Hey, this IS the 'next' post12 tahun yang lalu
-
-
-
swingin life15 tahun yang lalu
-
-
-
-
-
.jpg)